Home / Biografi / Biografi Top Ittipat – Milyuner Muda Asal Thailand

Biografi Top Ittipat – Milyuner Muda Asal Thailand

Biografi Top Ittipat Milyuner

Biografiku.com. Kerja keras tak akan pernah mengkhianati hasil ,  hal itulah yang sudah dibuktikan oleh Top Ittipat , Seorang Milyuner Muda asal Thailand seperti Mark Zuckerberg Sang Pendiri Facebook yang mempunyai semangat pantang mengalah dalam menghadapi kegagalan hingga alhasil sukses dalam berbagi usahanya yaitu Tao Kae Noi atau Cemilan Rumput Laut Goreng.

Bernama lengkap Top Aitthipat Kulapongvanich atau Top Ittipat , ia dilahirkan pada tahun 1984 di Thailand , ia terlahir dari keluarga yang berkecukupan dan biasa saja dan tidak terlalu memikirkan masa depan , tidak ada yang begitu spesial dalam dirinya hingga Allah benar-benar mengujinya.

Biografi dan Profil Top Ittipat – Pengusaha Cemilan Rumput Laut
Seperti kebanyakan cowok seumurannya , Top mengalami kecanduan game online dikala beliau berumur 16 tahun pada tahun 2004 disaat masih bersekolah di SMA dan membuatnya menelantarkan sekolahnya. Bukan satu hal yang baik tentu saja tapi perkenalan dunia urusan ekonomi justru dimulai dari sini. menghasilkan banyak uang dari game tersebut dari penjualan senjata-senjata digame tersebut.

Uang yang didapatkan begitu banyak hingga mampu beli kendaraan beroda empat dan hal-hal yang di inginkan ibarat Play Station 2 , Dengan bisnisnya ini beliau bahkan meraih penghasilan mencapai 1 juta Baht dan dapat membeli sebuah kendaraan beroda empat seharga 600 Baht (sekitar 200 juta rupiah). kehidupan top mampu dibilang boros.

Para pembelinya yakni sesama pecinta game online dan ada juga yang berasal dari luar negaranya. Namun karena ini urusan ekonomi ilegal maka sudah pasti tak akan dapat bertahan lama. Rekening game onlinenya di blok karena diketahui melaksanakan transaksi jual beli.

Disisi lain orang bau tanah Top sedangn mengalami dilema finansial dan terlilit hutang sangat banyak namun masih berusaha untuk membiayai biaya Top kuliah tetapi Top menolak. Akhirnya beliau mampu kuliah tapi dengan mencuri jimat milik ayahnya dan digadaikan. Disaat yang bersamaan urusan ekonomi orang tuanya mengalami kebangkrutan dan disaat yang bersamaan pula karena kemalasannya di sekolah selama ini Top tidak berhasil masuk kuliah sekolah tinggi tinggi negeri dan harus masuk Universitas Swasta.

Dengan sisa uang yang dimilikinya Top beralih usaha ke urusan ekonomi DVD Player tapi Top ditipu mentah-mentah karena semua DVD Playernya ternyata barang palsu dan uangnya tidak dapat kembali. Top juga berusaha mencari derma uang ke bank untuk memulai usaha baru. Namun , pihak bank tak begitu saja menyetujuinya.

Di titik inilah Top mulai menyadari kesalahannya dikarenakan telah melalaikan sekolah dan pelajaran. Di titik yang sama ini jugalah , Top mulai bersentuhan dengan kerasnya dunia bisnis. Hutang yang melilit usaha orang tuanya yang mencapai 40 juta Baht semakin memperburuk keadaan. Terlebih lagi rumah mereka disita pihak Bank. Ditengah himpitan ini Top tetap berkeras hati.

Sesuatu itu akan datang kepadamu namun sesuatu yang lain akan menjauh darimu” (Top Ittipat Mother)

Suatu ketika Top berjalan-jalan kesebuah pameran dan melihat ada sebuah alat untuk menggoreng kacang kemudian terpikir untuk berjualan kacang. Top lalu menyewa alat tersebut dengan harga 10.000 bath perbulan , disini keberanian Top terlihat. Kemudian beliau membuka toko kacang di Mall bersama pamannya , disini usaha Top dimulai untuk dapat membuat kacang yang enak beliau bertanya kepada tukang kacang dijalanan bagaimana caranya membuat kacang yang enak.

Namun walaupun beliau berhasil membuat kacang yang enak ,dagangan tetap tidak laku sehingga membuat Top sedikit frustasi dan mencoba beberapa cara semoga tidak laku. Suatu ketika Top berjalan kesebuah pasar tradisional dan menerima beberapa ide ibarat menunjukkan diskon dan lokasi sangat menentukan bisnis. Sebab lokasi menjadi salah satu faktor menentukan dalam keberhasilan penjualan suatu produk.

Top ittipat
Top Ittipat

Kemudian Top bersikeras meminta pindah daerah ke adegan depan Mall dan terlihat bahwa kacang goreng semakin laku keras kemudian ia membuka beberapa cabang , Namun berwiraswata memanglah tidak mudah. Saat Top mulai melaksanakan ekspansi urusan ekonomi chesnutnya secara besar-besaran , timbul suatu dilema lain dimana mesin pembuat kacang goreng yang Top pergunakan mengakibatkan asap dan mengotori atap Mall sehingga harus tutup dan pihak Mall juga membatalkan kontrak kedainya.

Dititik ini Top hampir putus asa. Orang tuanya pun memutuskan untuk pergi ke China. Top tetap berkeras untuk bertahan di Thailand dan melanjutkan usahanya. Dari urusan ekonomi jual kacang , Top beralih haluan untuk berbisnis rumput laut goreng. Makanan cemilan yang kekasihnya berikan.

Setelah itu beliau menerima ide untuk membuat rumput laut goreng dan ia membeli beberapa rumput laut namun busuk dalam waktu 1 ahad , ini membuatnya bertanya-tanya dan mendatangi professor dibidang pangan untuk menyelesaikan dilema ini.

Profesor tersebut berhasil membantu Top membuat makanan semoga tidak mudah busuk dengan membuat vakum kemasan dan mengganti dengan nitrogen. Kemudian tantangan berikutnya yakni Top tidak mampu membuat rumput laut yang enak karena setelah digoreng rasanya pahit. Dia dan pamannya menghabisakan lebih dari 100.000 bath (28 juta) untuk uji coba rumput laut tapi gagal , hingga semua rumput lautnya habis.

Top Ittipat Quotes

Dalam tekanan yang begitu jago Top berusaha mencari tahu ihwal banyak sekali strategi-strategi penjualan. Ia bahkan rela berguru eksklusif dari pasar dengan bertanya-tanya ke para pedagang. Inspirasi datang ketika ia berbelanja di salah satu mini market , 7-Eleven. Ia menerapkan metode yang pernah di ajarkan ketika di daerah kursus yang di pilih ayahnya.

Sebelumnya ayahnya terpakasa memasukan Top mengikuti kursus urusan ekonomi karena tidak sanggup masuk di sekolah tinggi tinggi karena alasan biaya. Yaitu metode ekspansi penjualan ke banyak sekali negara. Lagi-lagi tidak semudah membalik telapak tangan. 7-Eleven ternyata memiliki standard yang tinggi yang harus dipenuhi supaya produk Top mampu masuk pasaran. Berbagai upaya Top lakukan tapi semua mengalami kebuntuan.

….Apapun yang terjadi jangan pernah mengalah , jika mengalah habislah sudah. (Top Ittipat)

Top ittipat , cemilan
Cemilan rumput laut Tao Kae Noi

Top hampir-hampir saja putus asa dan memutuskan untuk berangkat ke China tapi sebelum itu terjadi Top melaksanakan usaha terakhirnya demi memenuhi syarat dari pihak 7-Eleven dan upaya penghabisannya kali ini tidak sia-sia. Kesulitan yang ada mulai dari inovasi untuk kemasan produknya hingga Top juga diharuskan memiliki pabrik untuk memproduksi dalam jumlah besar.

Dengan susah payah semuanya dapat terpenuhi. Untunglah juga ada kantor kecil milik keluarganya yang masih tersisa , yang alhasil Top ubah menjadi sebuah pabrik kecil. Dengan begini Top berhasil memenuhi syarat ketentuan serta quota yang ditetapkan. 2 tahun kemudian Top berhasil membayar hutang keluarganya dan berhasil mengambil kembali rumah keluarganya.

Top Ittipat , film
Film Top Secret : The Billionaire

Top Ittipat di usianya yang ke 26 tahun , ia sudah memiliki 2500 karyawan dan mengirim ke 6000 cabang 7-Eelven seluruh dunia dan mengekspor camilan rumput lautnya ke 27 negara termasuk Indonesia. Top telah memiliki lahan perkebunan rumput laut di Korea Selatan dan pendapatannya mencapai 1.5 Milliar Bath (450 Milliar Rupiah) per tahun.

Top Ittipat ini telah berhasil mencatatkan dirinya sebagai a young billionaire from Thailand. Top ittipat membaya kesuksesannya dengan berkorban jiwa , raga , waktu , kesenangan jadi gamer , termasuk berkorban cinta terhadap kekasihnya.
Bahkan dongeng suksesnya juga diangkat kedalam film layar lebar berjudul Top Secret : The Billionaire yang mengisahkan bagaimana Top Ittipat berjuang jatuh berdiri membangun usahanya. biografiku.com

About farrel Studio

Check Also

Biografi Septinus George Saa – Sang Jenius dari Papua

Biografi Septinus George Saa. Ia dikenal sebagai sang jenius dari papua. Salah satu ‘mutiara’ dari papua. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Developer Farrel Studio !!
%d blogger menyukai ini: