Home / bank soal fisika / Pembahasan Fisika UN 2014 No. 6 – 10

Pembahasan Fisika UN 2014 No. 6 – 10

Pembahasan soal Fisika UN 2014 nomor 6 sampai dengan nomor 10 tentang:

  • dinamika rotasi,
  • titik berat,
  • momen gaya,
  • gerak menggelinding, dan
  • elastisitas pegas.

Soal No. 6 tentang Dinamika Rotasi

Sebuah katrol dari benda pejal dengan tali yang dililitkan pada sisi luarnya ditampilkan seperti gambar.

penerapan hukum newton II pada katrol, dinamika rotasi

Gesekan katrol diabaikan. Jika momen inersia katrol I = β dan tali ditarik dengan gaya tetap F maka nilai F setara dengan ….

A.   F = αβR
B.   F = αβ2R
C.   F = α(βR)−1
D.   F = αβR−1
E.   F = R(αβ)−1

 

Pembahasan

Karena katrol tersebut mempunyai percepatan (a) maka berlaku hukum II Newton. Hukum II Newton yang berlaku pada katrol adalah:

Στ = I α 
  FR = βα       (I = β)
F = αβR−1

Jadi, nilai F setara dengan F = αβR−1 (D).

Soal No. 7 tentang Titik Berat

Perhatikan bangun bidang berikut ini!

titik berat bangun bidang

Koordinat titik berat bangun bidang tersebut adalah ….

A.   (1½, 1½) cm
B.   (2, ½) cm
C.   (2, 1½) cm
D.   (2½, 1½) cm
E.   (2½, 2½) cm

Pembahasan

Ini soal pandangan mata. Hanya dipandang sudah terjawab. Bangun bidang tersebut benar-benar simetris, baik pada sumbu x maupun pada sumbu y. Sehingga letak titik berat benda tersebut tepat di tengah-tengah bangun.

Jadi, koordinat titik berat bangun bidang tersebut adalah (2, 1½) cm (C).

Soal No. 8 tentang Momen Gaya

Perhatikan gambar berikut ini!

momen gaya, kesetimbangan benda tegar

Besar resultan momen gaya terhadap poros titik O oleh gaya-gaya yang bekerja pada batang jika massanya diabaikan adalah ….

A.   7,5 Nm
B.   4 Nm
C.   3,5 Nm
D.   3 Nm
E.   2 Nm

Pembahasan

Anggap saja di titik O terdapat engsel yang dapat memutar batang 360°. Bila F1 dan F2ditarik maka batang akan berputar berlawanan arah jarum jam. Sedangkan bila F3 ditarik maka batang akan berputar searah putaran jarum jam.

arah putaran momen gaya, momon dipol

Karena F2 arahnya miring, terlebih dahulu kita proyeksikan ke arah vertikal menjadi F2sin 30°.
Jika putaran yang berlawanan jarum jam kita anggap positif dan putaran yang searah jarum jam kita anggap negatif, besar resultan momen gaya di titik O adalah:

Στ = F1R1 + F2 sin 30° R2 − F3R3
= 6 × 1 + 6 × ½ × 2 − 4 × 2
= 4

Jadi, besar resultan momen gaya terhadap titik poros O oleh gaya-gaya yang bekerja pada batang adalah 4 Nm (B).

Soal No. 9 tentang Gerak Menggelinding

Sebuah silinder pejal (I = ½ mR2) dengan massa 3 kg bergerak menggelinding tanpa tergelincir mendaki bidang miring kasar yang mempunyai sudut elevasi α dengan sin α = 0,6. Jika percepatan gravitasi g = 10 m/s2 dan kecepatan awal benda 10 m/s maka panjang lintasan miring itu yang ditempuh benda sebelum berhenti adalah ….

A.   9,5 m
B.   10,5 m
C.   11,5 m
D.   12,5 m
E.   13,5 m

 

Pembahasan

Perhatikan ilustrasi dari soal tersebut!

gerak menggelinding pada bidang miring

Sebuah silinder diberi kecepatan awal vo sehingga dapat mendaki bidang miring sampai sejauh s. Ketika mencapai jarak s, silinder berhenti (vt = 0). Percepatan gerak menggelinding dirumuskan;
Rumus percepatan gerak menggelinding pada bidang miring

 

dengan k adalah konstanta momen inersia ( I = ½ mR2 berarti k = ½). Sehingga percepatan geraknya adalah:
Besar percepatan gerak menggelinding pada bidang miring

Rumus yang berkenaan dengan permasalahan tersebut adalah : 

vt2 = vo2 − 2 as
0 = 102 − 2 × 4 × s
s = 100
s = 12,5

Jadi, panjang lintasan bidang miring yang ditempuh silinder sebelum berhenti adalah 12,5 m (D).

Soal No. 10 tentang Elastisitas Pegas

Perhatikan grafik hubungan gaya ΔF dengan pertambahan panjang Δx pada suatu pegas di bawah ini!

grafik elastisitas bahan, pegas

Berdasarkan grafik, pegas tetap akan bersifat elastis pada gaya tarik sebesar ….

A.   0 sampai 4 N
B.   0 sampai 8 N
C.   0 sampai 12 N
D.   8 N sampai 12 N
E.   8 N sampai 16 N

Pembahasan

Penjelasan grafik di atas adalah sebagai berikut.

  • 0 – 8 N adalah daerah elastisitas atau daerah hukum Hooke yang digambarkan dengan garis lurus (linear). Cirinya mempunyai perbandingan ΔF terhadap Δxyang sama.
  • 12 N adalah batas elastisitas, artinya kurang dari 12 N masih elastis, lebih dari 12 N tidak elastis.
  • 12 N – 16 N adalah daerah plastis, artinya pegas dapat mengalami pertambahan panjang tetapi tidak bisa kembali ke keadaan semula (tidak elastis).
  • 16 N adalah titik patah, artinya pegas tidak akan mengalami pertambahan panjang, jika dipaksakan akan putus.

Jadi, benda tetap akan bersifat elastis pada gaya tarik antara 0 – 12 N (C).

About farrel Studio

Check Also

Pembahasan Fisika UN 2014 No. 26 – 30

Pembahasan soal Fisika UN 2014 nomor 26 sampai dengan nomor 30 tentang: gaya Coulomb, kuat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Developer Farrel Studio !!
%d blogger menyukai ini: