Home / casis (Chassis) / Syarat-Syarat Minyak Rem (Brake Fluid)

Syarat-Syarat Minyak Rem (Brake Fluid)

Minyak rem atau brake fluidmerupakan komponen zat cair pada sistem rem hidrolik, apabila tidak ada minyak rem pada sistem rem hidrolik maka tidak akan terjadi pengereman walaupun pedal rem sudah diinjek berkali-kali (pada mobil) atau handel rem ditekan berkali-kali (pada sepeda motor).
Namun bila minyak rem pada sistem rem hidrolik tersebut kurang maka pengereman tidak akan berjalan dengan baik, sehingga kita dianjurkan selalu mengontrol permukaan minyak rem pada reservoir (tampungan) minyak rem.
Selain dari pengontrolan jumlah (kuntitas) minyak rem, pengontrolan terhadap kualitas dari minyak rem juga harus dilakukan.
Karena mengingat pentingnya sistem rem bagi keselamatan, maka kualitas minyak rem yang digunakan juga harus terjamin. Pada minyak rem juga terdapat persyaratan yang harus dipenuhi.
Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh minyak rem, antara lain :

Memiliki titik didih yang tinggi
Minyak rem harus memiliki nilai titik didih yang tinggi, karena jika minyak rem memiliki titik didih yang rendah maka minyak rem akan sangat mudah menguap saat terjadinya panas sehingga terjadilah buih-buih (gelembung-gelembung) pada sistem rem.
Nantinya gelembung-gelembung ini akan mengganggu kinerja saat pengereman menjadi kurang maksimal. Oleh sebab itu minyak rem harus memiliki titik didik yang tinggi agar minyak rem tidak mudah penguap saat terjadinya panas. Panas ini terjadi ketika rem digunakan maka akan terjadi gesekan dan akan timbul panas dan kemudian dapat merambat ke minyak rem.
Mencegah karat
Syarat minyak rem yang kedua adalah minyak rem harus mampu mencegah timbulny karat atau korosi. Minyak rem agar dapat mengalir ke seluruh sistem rem hidrolik maka harus melalui penghubung, penghubung ini biasanya berupa selang dan pipa.
Pipa pada minyak rem pada umumnya terbuat dari logam, sehingga minyak rem harus dapat mencegah timbulnya karat pada pipa logam ini karena jika timbul karat maka akan menyebabkan kerusakan komponen dan kebocoran minyak rem.
Tidak merusak karet seal
Syarat yang ketiga adalah minyak rem harus tidak merusak karet seal. Pada sistem rem terdapat seal-seal di dalamnya yang berfungsi untuk mencegah kebocoran sehingga bila seal ini rusak maka dapat menyebabkan kebocoran minyak rem. Kebocoran ini nantinya akan membuat kinerja saat pengereman menjadi kurang maksimal. Oleh karena itu kandungan minyak rem tidak boleh merusak karet seal.
Memiliki tingkat viskositas yang sesuai
Syarat yang keempat adalah minyak rem harus memiliki nilai viskositas atau kekentalan yang sesuai agar minyak rem saat diberikan tekanan mampu meneruskan tekanan tersebut walaupun sering terjadi perubahan suhu atau temperatur yang sering berubah-ubah.
Dalam keadaan rendah atau pun panas tingkat kekentalan (viskositas) dari minyak rem harus tetap stabil.
Tidak menimbulkan endapan
Syarat yang kelima adalah minyak rem tidak boleh menimbulkan endapan pada sistem rem, karena jika terjadi endapan pada sistem rem ini maka akibatnya dapat menyubat aliran minyak rem.
Oleh karena itu aliran minyak rem akan terhambat sehingga proses pengereman akan menjadi kurang maksimal.

About farrel Studio

Check Also

Fungsi Lampu Rem dan Komponen Kelistrikan Lampu Rem serta Diagram Kelistrikan Lampu Rem

Lampu rem atau brake lamp atau stop lamp merupakan salah satu bagian dari sistem penerangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Developer Farrel Studio !!
%d blogger menyukai ini: